Perhatikan Hal-Hal Berikut Sebelum Membuat Pintu Utama Rumah

pPerhatikan Hal-Hal Berikut Sebelum Membuat Pintu Utama Rumah Pintu utama rumah adalah bagian yang sangat penting bagi sebuah rumah. Pintu utama menghubungkan rumah dengan dunia luar, biasanya terletak di bagian depan. Memilih pintu rumah bukan hanya mempertimbangkan tampilan estetika belaka, tetapi juga keamanan dan daya tahan. Pintu utama juga mencerminkan karakter rumah dari luar. Sebuah pintu utama yang kokoh memberikan kesan rumah yang kuat dan berwibawa. Secara psikologis, penghuninya akan merasa lebih aman dan terlindungi. Bagi orang luar, rumah akan terlihat memancarkan kekuatan dan tidak mudah diterobos. Paling tidak, hal ini dapat mengurangi niat jahat orang yang ingin melakukan kejahatan, seperti pencurian. Oleh sebab itu, memilih pintu utama rumah tidak bisa dilakukan sembarangan. Sebelum memutuskan pintu utama rumah seperti apa yang akan Anda gunakan, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini: 1. Jenis bahan Bahan yang digunakan untuk membuat pintu adalah bahan yang kuat, awet dan tidak mudah ditembus. Pintu dapat terbuat dari bahan besi, baja maupun kayu. Banyak orang yang memilih pintu berbahan kayu karena lebih indah. Jika Anda menginginkan bahan kayu, pastikan menggunakan kayu keras. Kayu yang baik secara umum kadar airnya rendah atau kering. Kayu jati bisa menjadi pilihan jika Anda menginginkan pintu yang diukir sehingga menambah keindahannya. Jika dirasa terlalu mahal, alternatif kayu yang lain adalah kayu mahoni, kayu kamper samarind, kayu borneo dan kayu kampar. Beberapa jenis kayu lokal seperti kayu durian dan kayu nangka juga bisa menjadi pilihan. Yang jelas, jangan gunakan kayu yang terbuat dari campuran serbuk kayu atau gergaji karena lekas rusak. 2. Tampilan visual Penampakan visual memberikan dampak besar bagi keindahan pintu itu sendiri. Tampilan visual pintu harus disesuaikan dengan desain rumah itu sendiri. Apakah Anda menghendaki tampilan yang klasik, futuristik, sederhana atau yang lainnya, tergantung dari desain rumah Anda. Pandai-pandailah mencocokkan sehingga melahirkan keserasian. Anda bisa bermain dengan warna. Meskipun pada umumnya pintu berwarna cokelat kayu atau putih, namun tak ada salahnya bermain dengan warna-warna yang lebih berani sesuai dengan selera. Hiasan juga bisa ditempelkan pada pintu, seperti karangan bunga, loncen dan kaligrafi. 3. Desain Mendesain sebuah pintu seharusnya tidak saja berlandaskan keindahan belaka, tetapi juga fungsi. Sebuah pintu adalah gerbang masuk sehingga lebar dan tingginya harus disesuaikan dengan kondisi fisik manusia. Pintu rumah orang Eropa pasti akan berbeda dengan pintu rumah orang Asia. Pada umumnya pintu orang Eropa atau Amerika berdesain lebar dan tinggi karena postur manusianya yang besar. Bagi orang Asia, desain pintu juga berkembang menurut tinggi badan orang-orangnya. Saat belum ada standar ukuran, pada umumnya pintu orang Indonesia setinggi dua meter dengan lebar 80 centimeter. Kebudayaan Jepang mengembang pintu geser yang terbuat dari kertas. Saat ini, desain pintu memiliki standar ukuran lebar 75-85 cm dan tinggi 220-240 cm. Pintu utama disarankan memiliki dua daun karena harus dibuka lebar-lebar saat penghuninya mengadakan acara-acara tertentu. Selain itu, mobilitas manusia yang semakin tinggi juga membuat orang mudah berpindah-pindah sehingga diperlukan ukuran yang lebih universal. Dari segi fungsi, kita bisa menjadikan pintu sebagai ventilasi cahaya dengan menambahkan kaca pada bagian atas. Bagi Anda yang memiliki hewan peliharaan, pada bagian bawahnya bisa dibuatkan pintu kecil tambahan sehingga anjing atau kucing Anda mudah masuk dan keluar rumah. Seringkali, bagi mereka yang menghendaki keamanan ekstra, menambahkan pintu teralis sebagai pintu bagian luar sehingga maling tidak mudah membobol masuk. 4. Handel pintu Handel pintu yang digunakan sebagai pegangan untuk membuka, menutup serta mengunci pintu sangat penting dipilih dari bahan dan merek yang berkualitas. Jangan sekali-kali memilih bahan yang jelek untuk handel pintu sekalipun harganya murah. Handel yang jelas akan lekas macet, rusak dan mudah dibobol. Anda bisa memilih handel dari merek-merek yang sudah terjamin kualitasnya yang biasanya awet hingga 10 tahun. Mungkin Anda perlu melakukan sedikit riset dengan melihat testimoni para penggunanya. Selain itu, pastikan untuk mengganti handel apabila mulai mengalami gejala kerusakan. Itulah hal-hal yang harus Anda perhatikan dalam memilih pintu rumah. Pastikan faktor keamanan adalah hal utama, ya.

Pintu utama rumah adalah bagian yang sangat penting bagi sebuah rumah. Pintu utama menghubungkan rumah dengan dunia luar, biasanya terletak di bagian depan. Memilih pintu rumah bukan hanya mempertimbangkan tampilan estetika belaka, tetapi juga keamanan dan daya tahan. Pintu utama juga mencerminkan karakter rumah dari luar.

Sebuah pintu utama yang kokoh memberikan kesan rumah yang kuat dan berwibawa. Secara psikologis, penghuninya akan merasa lebih aman dan terlindungi. Bagi orang luar, rumah akan terlihat memancarkan kekuatan dan tidak mudah diterobos. Paling tidak, hal ini dapat mengurangi niat jahat orang yang ingin melakukan kejahatan, seperti pencurian.

Oleh sebab itu, memilih pintu utama rumah tidak bisa dilakukan sembarangan. Sebelum memutuskan pintu utama rumah seperti apa yang akan Anda gunakan, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini:

1. Jenis bahan

Bahan yang digunakan untuk membuat pintu adalah bahan yang kuat, awet dan tidak mudah ditembus. Pintu dapat terbuat dari bahan besi, baja maupun kayu. Banyak orang yang memilih pintu berbahan kayu karena lebih indah. Jika Anda menginginkan bahan kayu, pastikan menggunakan kayu keras. Kayu yang baik secara umum kadar airnya rendah atau kering. Kayu jati bisa menjadi pilihan jika Anda menginginkan pintu yang diukir sehingga menambah keindahannya.

Jika dirasa terlalu mahal, alternatif kayu yang lain adalah kayu mahoni, kayu kamper samarinda, kayu borneo dan kayu kampar. Beberapa jenis kayu lokal seperti kayu durian dan kayu nangka juga bisa menjadi pilihan. Yang jelas, jangan gunakan kayu yang terbuat dari campuran serbuk kayu atau gergaji karena lekas rusak.

2. Tampilan visual

Penampakan visual memberikan dampak besar bagi keindahan pintu itu sendiri. Tampilan visual pintu harus disesuaikan dengan desain rumah itu sendiri. Apakah Anda menghendaki tampilan yang klasik, futuristik, sederhana atau yang lainnya, tergantung dari desain rumah Anda. Pandai-pandailah mencocokkan sehingga melahirkan keserasian.

Anda bisa bermain dengan warna. Meskipun pada umumnya pintu berwarna cokelat kayu atau putih, namun tak ada salahnya bermain dengan warna-warna yang lebih berani sesuai dengan selera. Hiasan juga bisa ditempelkan pada pintu, seperti karangan bunga, loncen dan kaligrafi.

3. Desain

Mendesain sebuah pintu seharusnya tidak saja berlandaskan keindahan belaka, tetapi juga fungsi. Sebuah pintu adalah gerbang masuk sehingga lebar dan tingginya harus disesuaikan dengan kondisi fisik manusia. Pintu rumah orang Eropa pasti akan berbeda dengan pintu rumah orang Asia.

Pada umumnya pintu orang Eropa atau Amerika berdesain lebar dan tinggi karena postur manusianya yang besar. Bagi orang Asia, desain pintu juga berkembang menurut tinggi badan orang-orangnya. Saat belum ada standar ukuran, pada umumnya pintu orang Indonesia setinggi dua meter dengan lebar 80 centimeter. Kebudayaan Jepang mengembang pintu geser yang terbuat dari kertas.

Saat ini, desain pintu memiliki standar ukuran lebar 75-85 cm dan tinggi 220-240 cm. Pintu utama disarankan memiliki dua daun karena harus dibuka lebar-lebar saat penghuninya mengadakan acara-acara tertentu.

Selain itu, mobilitas manusia yang semakin tinggi juga membuat orang mudah berpindah-pindah sehingga diperlukan ukuran yang lebih universal.

Dari segi fungsi, kita bisa menjadikan pintu sebagai ventilasi cahaya dengan menambahkan kaca pada bagian atas. Bagi Anda yang memiliki hewan peliharaan, pada bagian bawahnya bisa dibuatkan pintu kecil tambahan sehingga anjing atau kucing Anda mudah masuk dan keluar rumah.

Seringkali, bagi mereka yang menghendaki keamanan ekstra, menambahkan pintu teralis sebagai pintu bagian luar sehingga maling tidak mudah membobol masuk.

4. Handel pintu

Handel pintu yang digunakan sebagai pegangan untuk membuka, menutup serta mengunci pintu sangat penting dipilih dari bahan dan merek yang berkualitas. Jangan sekali-kali memilih bahan yang jelek untuk handel pintu sekalipun harganya murah. Handel yang jelas akan lekas macet, rusak dan mudah dibobol. Anda bisa memilih handel dari merek-merek yang sudah terjamin kualitasnya yang biasanya awet hingga 10 tahun. Mungkin Anda perlu melakukan sedikit riset dengan melihat testimoni para penggunanya. Selain itu, pastikan untuk mengganti handel apabila mulai mengalami gejala kerusakan.

Itulah hal-hal yang harus Anda perhatikan dalam memilih pintu rumah. Pastikan faktor keamanan adalah hal utama, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *